Suasana sunyi, mewarnai lentera kolam renang di Hotel Selecta Batu….
Uda dan Adiek menikmati mesranya detik-detik perpisahan dengan Jardiknas (menjelang tengah malam Tgl 1 April 2008), karena Uda dan Adiek tahu bahwa kita bersama bukan karena emosi, tetapi karena hati dan nantinya kalau kita berpisah, sebenarnya bukan karena hati tetapi karena emosi.
Uda dan Adiek minta ma’af kepada Jardiknas…, kami minta ma’af bukan karena kesalahan kami, tetapi karena kebodohan kami yang tidak bisa membedakan antara “Cinta” dengan “Keinginan untuk memiliki”.
Awalnya kami senang dan bahagia karena kami telah dipertemukan dengan jodoh, namun belum genap seumur jagung terpaksa kita harus berpisah. Akhirnya Uda dan Adiek berkesimpulan bahwa sebenarnya hidup dan kehidupan itu tidak hanya bermodalkan Cinta dan Sabar saja, tetapi lebih dari itu kita harus membutuhkan Ikhlas dan Keinginan untuk memiliki.
Karena kita tidak mampu membuat keadilan, maka pada disaat itulah Ilahi terpaksa harus ikut campur tangan. Uda dan Adiek faham bahwa kita tidak mungkin hidup di dua tempat dalam waktu yang bersamaan.
Selamat tingal Jardiknas…., semoga Dinda menemukan pendamping yang lebih baik…
Sekali lagi Uda dan Adiek mendoakan semoga kalian bahagia, kami akan lebih bahagia bila melihat Dinda bahagia…
Dari Mantan Pendampingmu,
Hary Suswanto
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »